May 14, 2011

Afran Return...

here i'm...
afran kembali ngeblog...
setelah hampir 3 tahun meninggalkan blog yang dengan susah payah membuatnya (lebay :D) dan sempat lupa apa user name dan paswordnya, akhirnya bisa menulis disini kembali...
biar tidak ada lost story selama 3 tahun ini aku kemana, ngapain, dan ada kejadian apa aja yang menimpaku, monggo disimak kisah berikut ini:

Tahun 2009

Setelah putri cantik kami Nabila lahir, kegembiraan dan kebahagian menyelimuti awal tahun ini ditambah kesibukan sebagai abi, mengganti popok, bikin susu, menggendong dan aktivitas lainya yang biasa dilakukan para bapak. Kesibukan mengajar, belajar karena masih menjadi mahasiswa PPAK FE UNS (Pendidikan Profesi Akuntansi FE UNS), dan sebagai abi "newbie" sedikit membuat sibuk di tahun ini, bahkan sampai menurunkan kembali BB (berat badan) yang sudah susah payah di tambah saat menemani istri hamil yang ga mau makan klo ga ditemani. Tak apalah pikirku, toh kurus-kurus begini masih ganteng juga (narsis.com hehe). Alhamdulillah status mahasiswa berakhir sudah sekitar bulan mei atau juni tahun ini. Dengan terlepasnya status ini setidaknya membuat kesibukan sedikit berkurang. Tapi... ternyata Alloh mempunyai rencana lain, karena sebulan setelah selesai PPAK ternyata istriku mendapat panggilan untuk mengajar di TKIT Nur Hidayah sebuah lembaga pendidikan Islam Terpadu ternama di Solo saat itu sampai saat ini. Hilang satu kesibukan muncul kesibukan lain untuk setiap hari mengantar dan menjemput kekasih pujaan hati ke dan dari tempat mengajar. Dan selama kerja putri kecil kami diasuh Eyang Ti yang dengan telaten menemaninya (hingga saat ini). Mulai pertengahan tahun sampai akhir tahun disibukkan dengan merenovasi rumah (PMI maksudnya :D) plus persiapan pernikahan adik ipar. Finally semua selesai tepat pada waktunya dan sukses :)

Alhamdulillah tahun ini usia putri kami sudah 1 tahun dan pernikahan kami baru berjalan 2 tahun. Dan ternyata tahun-tahun berikutnya pun lebih banyak kejutan dan kebahagiaan... :)

oh iya akhir tahun diwisuda profesi seklaian update poto sapa tau ada yang penasaran seperti apa mukaku saat itu, lucunya nabila n cantiknya istriku hehe...



Tahun 2010

Tahun ini diawali dengan kesibukan kerja yang penuh dengan kerjar deadline persiapan akreditasi Program Studi D3 Akuntansi FE UNS tempatku beraktifitas dan membentuk generasi yang profesional dalam bidang akuntansi (itu bahasa visi prodi :D). Berangkat pagi, nganter istri dulu, ngajar, ngerjain borang dan self evaluation, jam 3an jemput istri trus diturunin depan kampus cos masih harus dikampus buat lembur, dan pulang malem. Bisa dibilang seperti vampir yang takut ketemu matahari, berangkat matahari belum terbit pulang matahari udah tenggelam. Aktivitas seperti ini terus berjalan sampe visitasi asesor datang sekitar bulan April.
Lepas April, santer berita peluang study lanjut. Dengan bekal hasil TOEFL yang pas-pasan dan TPA yang lumayan mencoba apply, alhamdulillah diberi sinyal lanjut. Sinyal bersambut dengan satu syarat harus di UI (dueeerrrr....) sebenernya ga kaget juga cos udah ada kabar burung seperti ini sebelumnya hehe... Apa mau dikata, demi kemajuan dan kesejahteraan (lebay lagi :D) maju terus pantang kendor, apply SIMAK UI periode 2 ambil MAKSI UI konsentrasi Sistem Informasi. Setelah ujian masuk UI dengan H2C (harap2 cemas) akhirnya 24 Juli 2010 keluar juga pengumuman "selamat anda diterima" dan dengan bangga kuucapkan "jakarta here i come"... :D Ternyata modal untuk kuliah ga sedikit, meski dapet beasiswa ternyata terpaksa juga ku jual "mba fita" motor yang menemaniku sejak akhir kuliah sampe beranak istri, jatuh sampe kesrempet, pokoknya suka duka berdua dengan mba fita motor honda supra fitku yang setia... nasibmu gmn sekarang?? Dengan modal hasil jualan mba fita, yang ga begitu banyak lumayanlah buat ongkos bolak-balik jakarta plus cadangan living cost buat awal kuliah nanti karena menurut kabar burung lagi living cost bakalan lama turunya... hiks... Kuliah Maksi UI dimulai akhir agustus tepat akhir bulan Ramadhan juga beuh... waktu itu kok yo nanggung tho kuliahnya... (begitulah perasaan mahasiswa :D). Untuk memenuhi kewajiban berangkat juga dengan senja utama koper gede, tas ransel, plus kresek berisi makan sahur. Sampai dijakarta langsung berbenah dan bersiap masuk kuliah. Dengan berfikir baru masuk kuliah minggu pertama ini biasanya belum banyak tugas so lappy ga ke angkut pas berangkat kemaren tapi ternyata... dosen-dosen sudah memberikan tugas yang banyak... Maklum ternyata kultur S1 berbeda dengan S2 hehe... ketauan malesnya neh... :D Finally minggu pertama berjalan cukup lancar meski tanpa lappy dan saatnya kita mudik... hurray... Mudik?? wah ga kebagian tiket neh, dengan H2C menghubungi sodara yang kebetulan kerja di KA Argo Dwipangga akhirnya dapet juga kesempatan pulang meski harus jadi penumpang gelap dan dipaksa turun dulu di st. manggarai dan pastinya naik lagi donk... hehe... dan pengalaman penumpang gelap cukup sekali aja deh, ga mau lagi, malu juga udah ganteng-ganteng disuruh turun dari ka... :D
Lepas Ramadhan dan Lebaran, kembali lagi ke jakarta menunaikan wajar (wajib belajar) 1,5 th (wajar 9 th udah lewat cuy.. :D). Sampai Jakarta langsung berkutat dengan tugas, paper, dan presentasi, alhamdulillah sudah ada lappy tosiba 14" yang gede plus berat tapi sangat membantu. Beradaptasi dengan semua tugas membuat harus betah dikampus, jadi hampir tiap hari berangkat pagi pulang petang. Meski itu melelahkan tapi menyenangkan juga, fasilitas kampus internet, ruang diskusi plus AC sangat nyaman dibanding kamar kos yang kecil dan panas :D Semester 1 ini terlewati dengan cukup baik meski hasilnya belum mencapai target yang diharapkan, mari kita lihat semester 2 harus jauh lebih baik... cayooo....
ini beberapa foto kegembiraan selama kuliah
berdiskusi dengan riang :)



Selesai UTS... tersenyum lebar...



Akhir tahun ini di akhiri dengan selesainya UAS semester 1, ini foto kegembiraan kami saat makan melepas UAS dengan tenang :D



Capek juga mengingat dan menulis kejadian dari 2 tahun lalu... untuk kisah 2011 next time di muat lagi... terimakasih sudah menyimak... :D

November 13, 2008

Call me "Nabila"

Assalamu'alaikum....
Namaku Nabila Refa Azizi, aku lahir tanggal 16 Ramadhan 1429 H atau 16 September 2008 tepat jam 6 lebih 45 menit di ruang bersalin RS PKU Karanganyar. Bobotku 3,6 Kg dan panjangku 50 cm waktu lahir tapi sekarang aku tambah endut jadi 5,2 Kg dan tambah panjang jadi 59 cm. Foto dibawah ini fotoku beberapa jam setelah lahir dan masih di RS PKU. Endut khan...


Nah klo foto yang dibawah ini, aku udah dirumah dan usia udah beberapa minggu. Mataku masih sipit tapi aku bukan keturunan china lho ya...

Nah kalo foto yang ini diambil pas aku bobo siang ama abiku, liat aja tanganku mirip abi klo lagi bobo he..he.. angkat tangan !!!

Ini aku lagi di peluk ama abi didepan TV, mirip ga aku ma abiku?

Ini foto terbaruku, diambil beberapa minggu lalu pas aku mo jalan-jalan ama ummi dan abi keiling kampung, cantik khan aku... kecil-kecil udah jadi akhwat lho...

Ma'acih udah mo baca storyku sampe ketemu lain waktu ya... seneng deh bisa kenalan ma semuanya. Oia klo mo kenalan lebih lanjut hubungi abiku aja ya...

August 26, 2008

Khutbah Rasulullah Menjelang Ramadhan

Selain memerintah shaum, dalam menyambut menjelang bulan Ramadhan, Rasulullah saw. selalu memberikan beberapa nasehat dan pesan-pesan. Inilah pesan Rasulullah tatkala memasuki Ramadhan.

Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA.

Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin.

Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya.

Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba- Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar.

Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.

Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma.

Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan- Nya di hari kiamat.

Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan.

Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu.

Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.

Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.”“Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.”“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.”“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka.

Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.”Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.”“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya .

Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.”“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah).

Sumber :
www.taushiyah- online.com yang diambil dari milist alumni_bppi_feuns@yahoogroups.com

kenangan terindah (part 2)



Alhamdulillah akhirnya sempat juga menulis blog ini. Afwan udah lama ga update padahal pembaca skalian udah nunggu cerita selanjutnya ya :D (sok banget). Semoga cerita ini bisa menjadi inspirasi. Monggo disimak cerita lanjutanya...

Setelah mendapat restu dari ortu dan keluarga, akhirnya pada awal Februari 2007 murobbiku mempertemukan aku dengan akhwat yang memiliki nama unik bagiku "Renny Celica" dalam ta'aruf. Ta'aruf diadakan dirumah murobbiku, sekitar jam empat kurang aku sudah dirumah MR. Sambil menunggu akhwat itu datang aku mencoba membuka kembali biodata yang sudah lama ku simpan sejak aku menerima biodata itu, kucermati dan kubaca ulang sambil menyiapkan pertanyaan yang ingin aku tanyakan padanya. lima belas menit sudah aku menunggu sedangkan dia dan murobbiyahnya belum juga kelihatan, murobbiku mencoba menghubungi menanyakan sudah sampai mana. Alhamdulillah sekitar setengah lima sore dia bersama murobiyahnya sampai ke rumah MR.

Ta'aruf dibuka oleh MR sekaligus orang yang menjadi moderator. Setelah dibuka langsung MR mempersilahkan kami untuk saling tabayun (konfirmasi) terkait biodata dan hal-hal lain yang ingin kami tanyakan diluar biodata. Pertengahan ta'aruf hujan turun sampai ta'aruf ini berakhir, dalam hatiku aku berdoa "semoga hujan menjadi pertanda berkah Alloh turun dalam proses kami ini, amin". Akhirnya ta'aruf pun selesai menjelang maghrib dan menyisakan kemantapan di hati kami untuk meneruskan proses ini ke jenjang selanjutnya. Alhamdulillahirobbil'alamiin...

Selanjutnya aku dan MRku bersilarurahim kerumah calon mertua. Pertemuan pertama memang mendebarkan, jauh dari yang aku fikirkan ternyata mereka sangat welcome sekali. "Ya begini ini mas orang tuanya Renny" satu perkataan yang masih cukup teringat dalam benakku sampai saat ini. Dari obrolan singkat itu aku bisa menyimpulkan bahwa keluarga sang akhwat baik meski dari sisi agama masih sangat awam. Satu hal yang unik, ternyata rumah sang akhwat berseberangan dengan rumah temen MRku. Tahapan selanjutnya tinggal mengutarakan secara lugas kepada kedua orang tuanya.

Ternyata dari pihak orangtua akhwat hanya memberi lampu kuning yang berarti "panding". Melihat keadaan ini MRku mempertemukan kami dalam second ta'aruf untuk memperjelas progress. Alakulihal, setelah di telpon Abah untuk mengutarakan langsung kepada orang tuanya tentang maksud hati ini dan berangkat sendiri, ku beranikan diri untuk menemui orantuanya dan mengutarakan semuanya. Alhamdulillah mereka menerima dan siap ketika orangtuaku melamar anaknya, diputuskan keluargaku akan melamar tanggal 8 April 2007. Satu anak tangga lagi telah terlewati...

8 April 2007, satu moment yang mungkin tak terlupakan "gue ngelamar akhwat bro..." Segala persiapan sudah dipersiapkan jauh hari dan kami sekeluarga segera take off dari Semarang menuju Karanganyar. Singkat cerita moment ini berjalan lancar ditandai dengan melingkarnya cicin dijarinya sebagai tanda khitbahku untuknya. Tali sudah terikat tinggal mengalungkannya di bahtera pernikahan.

Tak selang berapa lama, keluarga Renny berkunjung ke Semarang. Harapan dari keluargaku semoga segera muncul tanggal pernikahan kami. Alakulihal ternyata permintaan keluarganya akad pernikahan dilakukan tahun depan atau 2008, mendengar hal itu hatiku bergumam "selama itukah?" Padahal untuk menjaga hati dan komunikasi itu teramat susah bagi kami. Bayangkan saja ga pernah pacaran dan sekarang sudah ada orang yang dekat dihati bagaimana kalo terlalu lama? Bisa-bisa kami zina hati. Alasan mereka cukup masuk akal karena penundaan ini untuk mempersiapkan maisyah kami yang belum memadai. Tapi aku yakin ketika maisyahku sudah mantap aku akan "tembak" mereka untuk menyegerakan.

Alhamdulillah, awal Juni 2007 pengumuman dosen diploma 3 FE UNS keluar dan namaku tercantum disana. Melihat peluang untuk mempercepat pernikahan kami aku komunikasikan niatanku ini dengan Abah dan ternyata beliau meng-acc "cihui..maju terus pantang mundur" sorakku senang. Degan mantap aku bersilaturahim kembali kerumah Renny untuk menembak orang tuanya supaya dapat mempercepat pernikahan kami. Sesuai rencana Alloh alhamdulillah mereka merespon positif niatan kami untuk menyegerakan jalinan suci ini. Dipilihlah tanggal 21 Desember 2007 sebagai hari akad pernikahan kami dan tanggal 22 Desember 2007 untuk acara walimah.

Sebelas bulan penantian kami berakhir, penghulu dan saksi telah siap di Masjid Al-Muhaimin tempat yang direncanakan menjadi saksi bisu pernikahan kami. Tetapi Alloh berkehndak lain, menjelang akad dimulai mendung yang sedari tadi menyelimuti langit menurunkan hujan dengan lebatnya sehingga akad terpaksa dipindah di rumah Renny. Ditengah hujan lebat itu Papa Renny mengucapkan ijab "Saudara Adi Firman Ramadhan bin Rachmad saya nikahkan saudara dengan anak saya Renny Celica binti Didik Sumardi dengan maskawin tafsir Al-Quran dan emas sebesar 12,21 gram" dan segera kujawab "Saya terima nikahnya Renny Celica binti Didik Sumardi untuk saya dengan maskawin tersebut tunai". Layar bahtera ini telah terkembang saat kami untuk mengarungi samudera ini berdua. Diselingi dengan air mata yang mengalir tatkala kami harus mencium tangan dan sungkem kepada kedua orang tua kami, kerinduan akan hadirnya Ummi tercinta dalam pernikahanku ini membuat air mata ini mengalir begitu deras. Illahi robbi ijinkan kami untuk senantiasa menjaga ikatan ini yang telah Engkau anugerahkan kepada kami.

Saat ini kami tengah menanti kelahiran buah hati kami yang semoga mampu menjadi generasi penerus kami dalam berdakwah...

February 22, 2008

kenangan terindah (part 1)



Memang benar orang bilang "kebahagiaan seorang anak manusia adalah ketika ia bisa membagi suka dan duka dengan belahan jiwanya". Bukan dengan pacar tentunya tapi seorang istri atau suami. Aneh memang kenapa kebahagiaan ini datang begitu saja dan begitu cepat meski menunggu 11 bulan lamanya. Anyway, semua bukan tanpa perencanaan tapi justru ini semua sudah direncanakan oleh Alloh tentunya sebelum saya dan dia bertemu.

Sebuah kisah yang ingin kami bagi untuk anda semua dan semoga bisa menjadi kisah terindah bagi kami...

Kisah ini bermula...

Satu pagi di akhir Januari tahun 2007 ketika malam-malam sebelumnya ada gundah dalam diri ini, sebuah pesan singkat mampir di ponsel "Akh antum bisa kerumah sekarang? ada yang mau ana sampaikan" begitu kira-kira isi pesan itu. Ada perasaan tidak enak saat itu, kenapa murobbiku tiba-tiba sms seperti ini dan harus sekarang, dan tanpa pikir panjang kubalas pesan itu "Ane kerumah sekarang". Sampai rumah murobbi beliau langsung menanyakan siapkah ane dikenalkan dengan seorang akhwat??? deg...deg...deg... seakan jantung ini berdetak lebih kencang mendengar pertanyaan itu. Terjawab sudah penantian ini sejak bulan November tahun 2006 baru saat ini ada jawabnya. Kujawab seadanya dan beliau pun langsung menyodorkan amplop putih yang sudah bisa kutebak isinya berupa proposal nikah dan biodata seorang akhwat tentunya. "Antum baca dulu proposalnya dan tanyakan ke orang tua bagaimana, kalo sudah mantap hubungi ane untuk diteruskan atau tidak" masih dengan gugup kujawab "Iya akh nanti ane hubungi antum lagi kalo sudah punya jawaban" dan segera aku pamit untuk pulang.

Sampai di kos, kututup pintu dan jendela kamar agar tidak ada yang melihatku saat kubuka dan baca biodata ini. Kubuka amplop putih itu dan mulai kubaca kata per kata yang tertulis didalam lembaran-lembaran proposal dan biodata itu. Renny Celica nama akhwat itu, masih skripsi, dua bersaudara, anak sulung, dan tinggal di Karanganyar. Nama ini asing ditelingaku meski dia berasal dari FISIP tetangga dekat fakultasku tapi belum pernah kudengar nama itu apalagi kulihat wajahnya. Melihat harapannya dalam mencari ikhwan yang tepat untuk menjadi qowamnya kelak ada sedikit keoptimisan untuk meneruskan proses ini tapi dengan persetujuan Abah dan semua saudaraku dulu tentunya.

Akhir minggu ini aku pulang ke Semarang dengan membawa satu misi mencari restu. Sampai di Semarang, sebuah rapat keluarga digelar untuk dengar pendapat satu sama lain. "Abah, ini foto calon mantu" ucapku kala itu. "Udah kenal berapa lama dek? Temen sekampus? udah lulus belum?" tanya Abah menjawab perkataanku tadi. Dengan malu-malu kuterangkan bahwa akhwat yang difoto itu baru ku kenal dan dikenalkan oleh ustadz, masih skripsi, temen sekampus tapi beda fakultas. "Tenan wis wani nikah? opo ra kerjo sing tenan sik lik nembe nikah?" tanya Aa menimpali pertanyaan Abah. Gubrak... Gimana aku menjawab nih??? Dengan style cool kujawab sekenanya, "kenapa harus nunggu kerja mapan dulu, ya kalo kerjaanya cepet dateng klo ga? ga nikah-nikah donk..." kontan seisi ruang keluarga tersenyum. Kesimpulanya, mereka semua setuju dengan niatanku ini tapi mereka mengingatkanku untuk sabar kalau ternyata orangtua akhwat itu menolak karena aku belum memiliki kerja yang mapan. Benar juga sih, mertua mana yang mau punya mantu dengan gaji perbulan 500 ribu perak??? Any way perjuangan ini belum berakhir masih dipermulaan.

Sepulang dari Semarang kusampaikan pada Murobbi kalau keluargaku merestui untuk meneruskan proses ini. Meski ketika itu aku ditanya Abah "Sudah sering ngobrol berdua dengan Renny mas?" aku hanya bisa berbohong dengan menjawab "Sudah" padahal bertemu dengan akhwatnya saja aku belim pernah apalagi ngobrol???. Semoga ini kebohongan yang diridhoi dan restu Abah bukan karena aku sudah ngobrol atau belum tapi memang restu yang tulus untuk melanjutkan proses ini.

to be continued....

January 18, 2008

akhirnya bisa posting juga...

Alhamdulillah.... setelah absen 1 bulan lebih tuk cuti nikah he..he.. bisa nyempetin maen ke warnet buat posting alakadarnya. Syukron buat semuanya yang udah doain ane ma istri dan afwan klo ternyata banyak yang nunggu tulisan ane (sok baget he..he..). Oia tunggu aja tulisan dari kami yang smoga bisa menjadi inspirasi untuk yang belum nikah. Just wait aja ya... ni masih dalam proses pembuatan ama istri tercinta. sekian dulu postingan hari ini cos ni mo jemput pacar dulu kasihan klo nunggu kelamaan :D

December 09, 2007

ketika asa dan cita bersatu...

Maha suci Alloh SWT
yang telah menciptakan makhluknya berpasang-pasangan
Ya Alloh...Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini...
telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa dalam taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-Mu,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kokohkanlah cinta ini dan tunjukkanlah jalan-jalan-Mu.....

ADI FIRMAN RAMADHAN
Putra Bapak Rachmad Hamzah - Ibu Siti Fatimah (almh.)
Semarang

berazzam mengikat janji bersama

RENNY CELICA
Putri Bapak Didik Sumardi - Ibu Suparni
Karanganyar

Untuk mengikuti sunnah Rosul-Mu dalam membentuk Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah.....

Yang Insya Alloh akan dilaksanakan:

Jumat, 21 Desember 2007
Pukul 13.00 WIB
Bertempat di Masjid Al-Muhaimin
Jati, Jaten, Karanganyar


Dengan kerendahan hati, kami memohon doa dari pembaca sekalian
Semoga Alloh melimpahkan keberkahan dalam mahligai kami
Menurunkan Sakinah, Mawadah,dan Rahmat dalam bahtera kami
amin...

Bila Kau Menjadi Istriku Nanti...

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabarmu calon istriku?
Semoga Alloh senantiasa menjagamu
dalam naungan iman dan Islam

11 Bulan yang lalu...
Kita dipertemukan dalam ta'aruf

8 bulan yang lalu...
Orangtuaku datang melamarmu
dan melinggkarlah cincin dijarimu
pertanda aku telah melamarmu

5 Bulan yang lalu...
Aku menemui orangtuamu
Untuk mempercepat akad nikah kita

Kini...
Saatnya kita menghitung hari
Mempersiapkan diri dan ruhiyah kita
Menyambut saat-saat suci itu
Dimana aku mengikat mitsqon gholidzo atasmu

Wahai calon istriku ketahuliah...
aku tidak sebaik yang kau fikirkan
Untuk itu ajak aku dalam kebaikan
Aku tidak sesoleh yang kau fikirkan
Untuk itu bimbing aku tuk menjadi soleh
Aku tidak sekaya yang kau fikirkan
Untuk itu iringi aku dalam mencari rezeki
Aku tidak sekuat yang kau fikirkan
Untuk itu dukunglah aku
Aku tidak sepintar yang kau fikirkan
Untuk itu ajari aku ilmu

Semoga Alloh meluruskan niat kita
meringankan langkah kita dan melimpahkan keberkahan
dalam bahtera yang akan kita nahkodai kelak, amin

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Calon suamimu dalam asa dan cita...

December 08, 2007

Pagi Hari Awal Desember (2)....

Seminggu sudah berlalu dan ternyata hari ini ane posting lagi aktivitas lemburan yang ga jauh beda dengan minggu lalu...
Bedanya lemburan ini ga sampe malem banget karena ane ma Pak Boim ketiduran pas jam 11 malem ampe jam 2 pagi, dan akhirnya diputuskan untuk tidur lagi aja besok dilanjutin lagi...

*) Special thanks to Pak Boim atas makan malem, ngenet gratis, dan pesantrenya buat lemburan

December 01, 2007

Pagi Hari Awal Desember...

Huah.... sambil "ngucek-ngucek" mata yang udah mulai ngantuk, tangan memijit tuts keyboard sembari mata ngelirik jam di laptop yang suah menunjukkan pukul 1 dini hari lewat. Pfufff.... lemburan yang paling lama nih pikirku melayang. Segera kuselesaikan ketikan Bab terakhir dan segera ku "bunuh" si Laptop. Akhirnya terpaksa dihentikan dulu kerjaan yang masih belum selesai. Mumpung udah jam satu, kucoba tuk bertemu Kekasih Sejati dulu sebelum memejamkan mata tuk istirahat. Alhamdulillah... seger juga air wudhunya, lumayan mengurangi rasa capek dan ngantuk. Segera ku tunaikan sholat malam pagi ini dengan harapan semoga Alloh memberi kemudahan bagiku saat ini, bulan ini, dan masa yang akan datang, amin.
Selepas sholat segera ku menuju kamar yang telah disediakan rekan kerjaku , maklum malam ini kami lembur di pesantren yang dia pimpin. Ups... hampir lupa kusahut HPku dan segera ku matikan alarm di HP suapaya dak menggangu waktu tidurku. zzz....
Allohu Akbar... Allohu Akbar...
Huah... alhamdulilah ga sampe telat sholat subuhnya. Segera ku ambil air wudhu dan menju mushola pesantren yang sudah terisi para santri, malu juga tamu kok datangnya agak telat he...he... Dengan setengah jiwa mendengarkan tausiyah dari ustadz selepas subuh.
Selepas itu ku biarkan tubuh ini mendapat haknya untuk istirahat sejenak. Alhamdulillah 45 menit tidur lagi agak mendingan rasanya. Mulai ku sentuh laptop dan kunyalakan ia dengan "mesra". Cetak cetik cetak cetik... tangan ini mulai lihai memijat lembut keyboard dan membolak balik kertas yang sudah tak lagi tertata rapi.

Sekarang sudah jam 7.10 saatnya untuk mandi dan persiapan ke kampus. Satu lagi pekerjaan belum tuntas dan itu berarti mungkin akan ada malam-malam seperti ini lagi...

*)Ngenet gratis di Pesantren Al-Es'af, Thanks to Ust. Boim....

November 30, 2007

Ga Enak...

Pfufufff...
Bulan yang melelahkan...
Kerjaan deadline semuanya
Jadwal ngajar kejar-kejaran ama libur akhir tahun dan ujian akhir
Proyek udah tahun terakhir dan harus bikin laporan akhir juga
Tugas Prodi bulan depan udah harus laporan juga...

Pfufufufff...
Bener-bener MELELAHKAN...

Ketika Asa dan Cita Bersatu...

Maha suci Alloh SWT
yang telah menciptakan makhluknya berpasang-pasangan
Ya Alloh, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,telah berjumpa dalam taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-Mu, telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kokohkanlah cinta ini dan tunjukkanlah jalan-jalan-Mu.....

ADI FIRMAN RAMADHAN
Putra Bapak Rachmad Hamzah - Ibu Siti Fatimah (almh.)
Semarang

berazzam mengikat janji bersama

RENNY CELICA
Putri Bapak Didik Sumardi - Ibu Suparni
Karanganyar

Untuk mengikuti sunnah Rosul-Mu dalam membentuk Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah.....

Yang Insya Alloh akan dilaksanakan:

Jumat, 21 Desember 2007
Pukul 13.30 WIB
Bertempat di Masjid Al-Muhaimin
Jati, Jaten, Karanganyar


Dengan kerendahan hati, kami memohon doa dari pembaca sekalian
Semoga Alloh melimpahkan keberkahan dalam mahligai kami
Menurunkan Sakinah, Mawadah,dan Rahmat dalam bahtera kami
amin...

November 10, 2007

almost two month....

Setelah hampir dua bulan vacum akhirnya bisa meluangkan waktu lagi untuk menyapa sodara-sodara semua lewat blog ini (emang sapa aja yang mampir kesini 2 bulan ini???)
maklum dua bulan terakhir ini lagi banyak job yang kejar tayang dan jaringan internet di kantor sering down juga, jadinya ya vacum dulu aja...
Terakhir posting awal bulan Romadhon dan sekarang Syawal udah mo habis. Ga ada salahnya Afran Ngucapin "Taqobalalllohu minna wa minkum siyama wa siyamakum..." lebih baik telat dari pada ga sama sekali kha... he...he...
Malem mingguan daripada bengong di kos yang lonely karena pada pergi semua penghuninya ke kemuning tawangmangu, akhirnya inget kalo udah lama ga ngeblog. Ya udah habis pulang dari ngaterin pesenan "orang" mampir dulu ke warnet tu ngisi blog kesayangan, maklum belum ada yang bisa disayang-sayang sih he..he..
Trus karena ini dadakan jadi ya harap maklum klo isinya cuman kayak gini doank ga sempet nyari tulisan atawa nulis yang berbobot....

September 15, 2007



Begitu menjijikkannya seekor ulat
Bahkan sangat menggangu dan merugikan
Tapi...
Ketika seekor ulat berazzam untuk merubah dirinya
Maka ia pun merubah dirinya menjadi kepompong
Dan berpuasa selama 10 hari
Untuk kemudian...
Berubah menjadi seekor KUPU-KUPU yang menawan
Memukau dengan sayap warna-warninya
Membantu tumbuhan untuk menebarkan putik bunganya...

Wahai saudaraku...
Tak ubahnya seekor ulat
Kitapun insan yang banyak dosa dan salah
Keburukan mungkin hal yang sering kita lakukan dibanding kebaikan
Untuk itu...
Mari kita menjadi "kepompong" untuk merubah diri kita
Memperbaiki perilaku dan perangai buruk kita
Selama 30 hari di bulan RAMADHAN tentunya
Dengan berpuasa, qiyamullail, dan tilawatil Qur'an
Sehingga selepas itu kita menjadi pribadi yang mulia
Dan Alloh kan memberikan gelar KETAKWAAN kepada kita...

Mari kita jadikan RAMADHAN kali ini menjadi yang terbaik sepanjang usia
Karena bisa jadi ini RAMADHAN terakhir untuk kita
Wallahu'alam...

September 02, 2007

10 Langkah Sambut Romadhon

1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)

Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.

2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.

3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).

Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.

4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.

5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]

6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.

7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]

8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.

9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan:

· buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur.

· membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.

10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Selamat melangkah menyambut Syahrul Mubarok....

maroji' : dakwatuna

August 17, 2007

Merdeka !!!

17 Agustus 2000
Hari dimana ane mendapat sebuah kehormatan untuk bergabung dalam pasukan 8 untuk mengibarkan bendera pusaka SMU 5 (Smula) bersama pasukan 17. Bersama rekan-rekan angkatan 12 Pasukan Pengibar Bendera SMU 5 (PASMA). Sebuah kenangan "perjuangan" yang takkan pernah terlupakan. Where are u now guys... Miss u all...

17 Agustus 2001
Hari dimana ane mendapat sebuah amanah besar untuk memimpin Pasukan 17 dan Pasukan 8 untuk mengibarkan bendera pusaka Smula. Kali ini bertugas bersama adik-adik angkatan 13 PASMA. Ada kegembiraan dan kebanggaan tersendiri ketika memimpin mereka melakukan tugas sebagai Paskbira saat itu. Semoga kalian ga lupa sama aku ya Pasma 13... meski aku udah banyak lupa nama kalian :( tapi masih inget wajahnya kok :)

17 Agustus 2002
Ga ikut upacara pengibaran tapi masih ikut yang penurunan maklum sudah lulus dari Smula, hanya menjadi supporter adek-adek yang bertugas hari ini...

17 Agustus 2003
Sama kayak tahun lalu, masih ikut upacara penurunanya waktu itu coz liburan semester saat itu...

17 Agustus 2004
Sudah ga ikut upacara, sudah sering di Solo ga sempat pulang ke Semarang dan di kampus ga ikutan upacara :D

17 Agustus 2005
Ga jauh beda dari tahun kemaren...

17 Agustus 2006
Sama aja masih ga ikutan upacara...

17 Agustus 2007
Hari ini, hanya bisa mengenang saat-saat indah 7 tahun yang lalu. Mengenakan pakaian kebesaran PASMA, deg-degan saat terdengar MC membacakan "Pengibaran Bendera Merah Putih" disusul suara Pemimpin Pasukan "Langkah Tegap Maju... Jalan..." dan hentakan sepatu PDH kami "Brok...Brok...Brok.." menuju pembina upacara mengambil bendera pusaka dan menaikkan bendera diiringi lagu Indonesia Raya...
Sebuah kenangan kehidupan yang semoga bisa menjadi kenangan abadi...

Merdeka...Merdeka...Merdeka...

August 03, 2007

Takut Menikah Karena Belum....

Ane ambil artikel ini dari mas dudung untuk ikhwah fillah semuanya dalam menguatkan diri menuju pernikahan...

1. Belum Bekerja

Inilah masalah klasik seputar menikah, terutama bagi pihak pemuda. Ketika sudah merasa cocok dengan seorang muslimah, dan jika ditunda-tunda bisa berakibat buruk, ternyata si Pemuda belum punya pekerjaan untuk menghidupi keluarga kelak. "mau dikasih makan apa anak dan istri kamu, dikasih cinta doang ?!?" Begitulah perkataan sinis yang senantiasa terngiang-ngiang ditelinganya.

Seorang laki-laki memang merupakan tulang punggung dalam sebuah keluarga. Menghidupi seluruh anggota keluarga adalah tangging jawabnya. Rasulullah bersabda, yang artinya, "Bertaqwalah kepada Allahdalam memperlakukan wanita. Sebab kamu mengambilnya dengan amanat allah dan farjinya menjadi halal bagi kamu dengan kalimat Allah. (Menjadi) kewajiban kamu untuk memberi rizki dan pakaiannya dengan cara yang baik." (HR.Muslim)

Dengan demikian, penghasilan dalam suatu keluarga memang diperlukan. Namun sebenarnya, tidak berarti belum kerja kemudian tidak boleh menikah. Allah SWT berfirman, yang artinya, "Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian (belum menikah) diantara kamu, dan orang-orang yang layak menikah dari hamba-hamba sahayamuyang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." (Surat An-Nur : 32)

Penghasilan bisa dicari setelah menikah. Yang pertama kali harus dilakukan adalah percaya dan yakin akan janji Allah pada firman-Nya di atas. Tak sedikit pemuda yang susah mencari kerja sebelum menikah, tapi setelah menikah ternyata banyak tawaran kerja dan peluang kerja.

Sebagai persiapan sebelum menikah, kesungguhan dalam menuntut ilmu dunia agar kelak mudah mendapatkan penghidupan yang baik pula untuk dilakukan. Walaupun tak selamanya relevan, kuliah yang baik dan dan prestasi yang bagus masih merupakan suatu modal yang dapat diandalkan dalam mencari kerja. Bagaimana kalau kuliah sudah terlanjur tidak karuan ? Jika sudah begini perlu juga pegang prinsip bahwa pekerjaan kelak tidak harus sesuai dengan bidang yang dipelajari saat ini. Banyak yang dapat rejeki lumayan dari bekerja dalam suatu bidang yang dulu tidak pernal dipelajari dalam jenjang pendidikan formal.

Persiapan lain yang bisa dilakukan adalah kuliah sambil kerja. Sembari menabung, juga bisa untuk jaga-jaga apabila ketika lulus nanti tidak langsung diterima bekerja sesuai bidang yang dipelajari.

2. Belum Lulus

Berbeda dengan yang pertama, masalah yang satu ini bisa menjadi penghalang bagi pihak pemuda dan pemudi. Mungkin seseorang sudah bekerja atau sudah punya prinsip untuk mencari kerja setelah menikah namun ia ragu untuk menikah gara-gara belumlulus kuliah. Bisa jadi pula yang punya alasan seperti ini sang pemudi pujaan hatinya. Bayangan kuliah sambil menikah baginya tampak menyeramkan. Kuliah sambil mengurus diri sendiri saja sudah repot apalagi jika harus ditambah tanggung jawab mengurus orang lain. Ditambah kalau si buah hati sudah lahir dan belum juga lulus kuliah, tampaknya akan tambah repot.

Sebenarnya, menikah tidaklah selalu mengganggu kuliah. Malahan hadirnya pendamping hidup baru bisa menambah semangat utuk belajar. Bisa jadi, sebelum menikah malas-malasan belajarnya, ketika sudah menikah malah tambah semangat dan tambah rajin untuk belajar. Tidak sedikit yang mengalami perubahan demikian, apalagi secara peraturan akademik seorang mahasiswa sudah diperbolehkan untuk menikah. Seorang mahasiswa sudah tidak dianggap ABG (Anak Baru Gede) lagi, tapi AUG (Anak Udah Gede) alias sudah dewasa. Seorang yang sudah dewasa dianggap sudah bisa bertanggung jawab apa yang menjadi pilihan hidupnya.

Memang benar untuk tetap mengadakan persiapan jika mengambil jalan menikah di saat masih kuliah. Yang pertama harus disadari adalah bahwa hidup berkeluarga adalah berbeda dengan hidup sendirian. Tidak pantas jika orang yang sudah menikah tetap bebas, lepas, menelantarkan keluarganya sebagaimana dulu bisa ia lakukan ketika masih lajang. Orang yang menikah sambil kuliah juga harus pandai-pandai mengatur waktu antara tanggung jawabnya dalam keluarga dan dalam belajar. Selain waktu, manajemen pemikiran juga solid, karena begitu menikah masalah-masalah dulu yang belum ada mendadak bermunculan secara serentak. Bagaimana memahami pasangan hidup baru, bagaimana jika hamil dan melahirkan, bagaimana mendidik anak, bagaimana mencari rumah -nebeng mertua atau cari kontrakan-, bagaimana bersikap kepada mertua, tetangga dan lain-lain, apalagi masih harus memikirkan pelajaran.

Pusing....? Semoga tidak. Sebenarnya menikah sambil kuliah bisa disiapkan sejak hari ini, bahkan juga sudah sejak SD. Modal awalnya adalah manajemen diri sendiri. Ketika seorang sudah sejak dahulu berlatih untuk hidup mandiri, akan mudah baginya untuk hidup berkeluarga. Misalnya saja sudah sejak SD bisa mencuci pakaian dan piring sendiri, mengatur waktu belajar, berorganisasi, dan bermain, mengatur keuangan sendiri, dan sebagainya. Kesiapan juga bisa diraih jika seseorang biasa menghadapi dan memecahkan problem hidupnya. Karena itu perlu organisasi dan bersaudara dengan orang lain, saling mengenal, memahami orang lain dan membantu kesulitannya.

3. Belum Cocok

Mungkin pula sudah lulus, sudah kerja, sudah berusaha cari calon pasangan tapi merasa belum menemukan pasangan yang cocok, sehingga belum jadi menikah pula, padahal sudah hampir tidak tahan ! Ini juga merupakan masalah yang bisa datang dari kedua belah pihak, baik pihak pemuda maupun pemudi. Kecocokan memang diperlukan. yang jadi ertimbangan dasar dan awal tetntu saja faktor agama, yaitu aqidah dan akhlaknya. Allah berfirman, yang artinya :
"Mereka (perrempuan-perempuan mukmin) tidak halal bagi laki-laki kafir. Dan laki-laki kafir pun tidak halal bagi mereka." (Al-Mumtahanah : 10)
Rasulullah juga bersabda, "Wanita itu dinikahi karena 4 hal : karena kecantikannya, karena keturunannya, karena kekayaannya, dan karena agamanya. Menangkanlah dengan memilih agamanya maka taribat yadaaka (kembali kepada fitrah atau beruntung)." (HR. Al-Bukhari, Muslim, dan lain-lain)

Keadaan yang lain adalah nomor dua setelah pertimbangan agama. Namun kebanyakan di sinilah ketidakcocokannya. Sudah dapat yang agamanya bagus tapi kok nggak cocok pekerjaannya, nggak cocok latar belakang pendidikannya, nggak cocok hobinya, warna matanya kok begitu, pakai kacamata, kok hidungnya...dan lain-lain.
Kalau mau mencari kekurangan tiap orang pasti punya kekurangan karena tidak ada manusia yang diciptakan secara sempurna. Sudah cantik, kaya, keturunan bangsawan, pandai, rajin, keibuan, penyayang, tidak pernah berbuat salah.

Ketika seorang pemuda atau pemudi sudah mau menikah, memang seharusnya cari tahu dulu tentang calon pasangan hidupnya ke sahabatnya, saudaranya atau ustadznya, atau yang lainnya, baik kelebihan maupu kekurangannya. Jika sudah tahu, tanyakan pada diri sendiri, apakah bisa menerima dan memaklumi kekurangan serta kelebihan si dia. Rasulullah bersabda, yang artinya,
"Janganlah seorang mukmin laki-laki membenci mukmin perempuan. Bila dia membencinya dari satu sisi, tapi akan menyayang dari sisi lain." (HR.Muslim)
Jadi, jangan hanya melihat kekurangannya saja, tapi juga perlu melihat kelebihannya. Ketika kekurangan sudah bisa diterima, kelebihan akan lebih bisa menimbulkan perasaan suka. Karea itu, jangan sampai sulit nikah karena dibikin sendiri.

4. Belum Mantap

Masalah satu ini juga bisa terjadi pada tiap orang pihak pemuda, pihak pemudi, baik yang sudah kerja atau yang belum, baik sudah lulus atau belum. Pertama kali, perlu diselidiki belum mantapnya itu karena apa, karena tak sedikit yang beralasan belum mantap, ketika ditelusuri larinya juga menuju ketiga masalah 'belum' di atas.
Namun ada juga yang belum mantap karena memang merasa persiapan dirinya kurang baik ilmu tentang pernikahan, keluarga, dan pernik-pernik di sekitarnya. Orang seperti ini malah tidak memusingkan masalah ketiga 'belum' di atas, karena memang dia merasa belum siap dan belum mampu.

Solusinya tidak lain adalah mementapkan dan mempersiapkan diri. Hal ini bisa ditempuh lewat menuntut ilmu tentang pernikahan, dan keluarga, baik dengan menghadiri pengajian, yang membahas masalah tersebut atau dengan membaca buku-buku mengenainya. Penting pula untuk menimba pengalaman kepada orang yang sudah menikah, karena kadang-kadang buku-buku dan ceramah ilmiah dan formal tidak membahas masalah praktis yang detail yang diperlukan agar siap menikah.

August 02, 2007

Dead line !!!

Pemilik kos baru aja ganti, maklum yang punya kelamaan di Ausie jadi mending dijual ke orang lain aja. Ganti pemilik ganti juga pola pegurusan kosnya. Dari yang JaDul nyantai-nyantai aja dan ga terlalu ribet ama keluar masuknya penghuni lama atau baru sekarang semua pake dead line. Maksimal tanggal 3 Agustus semua yang ga ngekos lagi harus sudah "angkat kaki" (ups... keras banget nih kata2nya he...) dan kamar yang ditinggalkan dalam keadaan bersih. Kontan semua temen-temen yang mo pada pindah melotot ketika Pak Sri Harno "ngendikan" seperti itu kemaren sore pas sarasehan anak-anak dengan pemilik baru. Setidaknya ane harus banyak mengucap hamdalah...
Alhamdulillah pertama, ane ga jadi pindah. Kalau jadi pindah pasti harus minta cuti satu-dua hari buat packing barang-barang yang bejibun ditambah angkut-angkut ke kosan yang baru. Bayangin aja sekarang udah tanggal 2 besok berarti DEAD LINE. Cape deh klo mesti pindahan...
Alhamdulillah kedua, Bapaknya ga nglarang mantan mahasiswa ngekos disana. Selamet ga di deportasi dari kosan gara-gara status yang udah bukan mahasiswa.
Alhamdulillah ketiga, ga perlu bayar lebih mahal. Biaya kos cuman naik 50 ribu doank dari tahun kemaren, ga jauh beda ketika harus ngekos ditempat lain sebenernya tapi klo ditambah waktu dan biaya pindahan jadinya ga "cucuk" klo pindah.
Meski pemilik yang baru ga seakidah dengan kita semoga saja tidak mempersulit gerak temen-temen yang masih aktif dikampus. Dan satu lagi semoga semuanya berjalan lancar selama setahun ini bahkan untuk tahun-tahun berikutnya. Terakhir, doain aja semoga ane segera meninggalkan kosan ini, ga enak ama temen-temen kampus udah lulus kok masih gabung sama mereka he...he...

July 26, 2007

lagi ga pengen nulis...

wah...
afwan banget nih buat blogwalker mania...
ane lagi males nulis banyak fikiran
semoga senantiasa menanti tulisan di blog ini...
see u next time...

July 19, 2007

Hidup Baru...

Alhamdulillah wa Syukurillah...
Setelah menanti cukup lama, akhirnya keputusan itu keluar juga
Satu kata dan ucapan yang lama sudah saya nantikan
Kata yang mampu merubah jalan hidup manusia
Jalan perjuangan yang lebih berat dan penuh tantangan
Selamat, lamaran anda diterima...

Ikhwatifillah...
Doakan saya semoga mampu mengemban amanah ini
Risalah perjuangan ini...
Meski bukan ilmu agama yang akan saya ajarkan nanti
Doakan saya semoga bisa tetap istiqomah
Menempuhi onak dan duri perjalanan ini
Doakan saya semoga mendapat ridho-Nya dan berkah-Nya
Dalam setiap aktivitas saya di dunia baru ini...
Aktivitas sebagai *Staf Pengajar D3 FE UNS*