August 26, 2008

kenangan terindah (part 2)



Alhamdulillah akhirnya sempat juga menulis blog ini. Afwan udah lama ga update padahal pembaca skalian udah nunggu cerita selanjutnya ya :D (sok banget). Semoga cerita ini bisa menjadi inspirasi. Monggo disimak cerita lanjutanya...

Setelah mendapat restu dari ortu dan keluarga, akhirnya pada awal Februari 2007 murobbiku mempertemukan aku dengan akhwat yang memiliki nama unik bagiku "Renny Celica" dalam ta'aruf. Ta'aruf diadakan dirumah murobbiku, sekitar jam empat kurang aku sudah dirumah MR. Sambil menunggu akhwat itu datang aku mencoba membuka kembali biodata yang sudah lama ku simpan sejak aku menerima biodata itu, kucermati dan kubaca ulang sambil menyiapkan pertanyaan yang ingin aku tanyakan padanya. lima belas menit sudah aku menunggu sedangkan dia dan murobbiyahnya belum juga kelihatan, murobbiku mencoba menghubungi menanyakan sudah sampai mana. Alhamdulillah sekitar setengah lima sore dia bersama murobiyahnya sampai ke rumah MR.

Ta'aruf dibuka oleh MR sekaligus orang yang menjadi moderator. Setelah dibuka langsung MR mempersilahkan kami untuk saling tabayun (konfirmasi) terkait biodata dan hal-hal lain yang ingin kami tanyakan diluar biodata. Pertengahan ta'aruf hujan turun sampai ta'aruf ini berakhir, dalam hatiku aku berdoa "semoga hujan menjadi pertanda berkah Alloh turun dalam proses kami ini, amin". Akhirnya ta'aruf pun selesai menjelang maghrib dan menyisakan kemantapan di hati kami untuk meneruskan proses ini ke jenjang selanjutnya. Alhamdulillahirobbil'alamiin...

Selanjutnya aku dan MRku bersilarurahim kerumah calon mertua. Pertemuan pertama memang mendebarkan, jauh dari yang aku fikirkan ternyata mereka sangat welcome sekali. "Ya begini ini mas orang tuanya Renny" satu perkataan yang masih cukup teringat dalam benakku sampai saat ini. Dari obrolan singkat itu aku bisa menyimpulkan bahwa keluarga sang akhwat baik meski dari sisi agama masih sangat awam. Satu hal yang unik, ternyata rumah sang akhwat berseberangan dengan rumah temen MRku. Tahapan selanjutnya tinggal mengutarakan secara lugas kepada kedua orang tuanya.

Ternyata dari pihak orangtua akhwat hanya memberi lampu kuning yang berarti "panding". Melihat keadaan ini MRku mempertemukan kami dalam second ta'aruf untuk memperjelas progress. Alakulihal, setelah di telpon Abah untuk mengutarakan langsung kepada orang tuanya tentang maksud hati ini dan berangkat sendiri, ku beranikan diri untuk menemui orantuanya dan mengutarakan semuanya. Alhamdulillah mereka menerima dan siap ketika orangtuaku melamar anaknya, diputuskan keluargaku akan melamar tanggal 8 April 2007. Satu anak tangga lagi telah terlewati...

8 April 2007, satu moment yang mungkin tak terlupakan "gue ngelamar akhwat bro..." Segala persiapan sudah dipersiapkan jauh hari dan kami sekeluarga segera take off dari Semarang menuju Karanganyar. Singkat cerita moment ini berjalan lancar ditandai dengan melingkarnya cicin dijarinya sebagai tanda khitbahku untuknya. Tali sudah terikat tinggal mengalungkannya di bahtera pernikahan.

Tak selang berapa lama, keluarga Renny berkunjung ke Semarang. Harapan dari keluargaku semoga segera muncul tanggal pernikahan kami. Alakulihal ternyata permintaan keluarganya akad pernikahan dilakukan tahun depan atau 2008, mendengar hal itu hatiku bergumam "selama itukah?" Padahal untuk menjaga hati dan komunikasi itu teramat susah bagi kami. Bayangkan saja ga pernah pacaran dan sekarang sudah ada orang yang dekat dihati bagaimana kalo terlalu lama? Bisa-bisa kami zina hati. Alasan mereka cukup masuk akal karena penundaan ini untuk mempersiapkan maisyah kami yang belum memadai. Tapi aku yakin ketika maisyahku sudah mantap aku akan "tembak" mereka untuk menyegerakan.

Alhamdulillah, awal Juni 2007 pengumuman dosen diploma 3 FE UNS keluar dan namaku tercantum disana. Melihat peluang untuk mempercepat pernikahan kami aku komunikasikan niatanku ini dengan Abah dan ternyata beliau meng-acc "cihui..maju terus pantang mundur" sorakku senang. Degan mantap aku bersilaturahim kembali kerumah Renny untuk menembak orang tuanya supaya dapat mempercepat pernikahan kami. Sesuai rencana Alloh alhamdulillah mereka merespon positif niatan kami untuk menyegerakan jalinan suci ini. Dipilihlah tanggal 21 Desember 2007 sebagai hari akad pernikahan kami dan tanggal 22 Desember 2007 untuk acara walimah.

Sebelas bulan penantian kami berakhir, penghulu dan saksi telah siap di Masjid Al-Muhaimin tempat yang direncanakan menjadi saksi bisu pernikahan kami. Tetapi Alloh berkehndak lain, menjelang akad dimulai mendung yang sedari tadi menyelimuti langit menurunkan hujan dengan lebatnya sehingga akad terpaksa dipindah di rumah Renny. Ditengah hujan lebat itu Papa Renny mengucapkan ijab "Saudara Adi Firman Ramadhan bin Rachmad saya nikahkan saudara dengan anak saya Renny Celica binti Didik Sumardi dengan maskawin tafsir Al-Quran dan emas sebesar 12,21 gram" dan segera kujawab "Saya terima nikahnya Renny Celica binti Didik Sumardi untuk saya dengan maskawin tersebut tunai". Layar bahtera ini telah terkembang saat kami untuk mengarungi samudera ini berdua. Diselingi dengan air mata yang mengalir tatkala kami harus mencium tangan dan sungkem kepada kedua orang tua kami, kerinduan akan hadirnya Ummi tercinta dalam pernikahanku ini membuat air mata ini mengalir begitu deras. Illahi robbi ijinkan kami untuk senantiasa menjaga ikatan ini yang telah Engkau anugerahkan kepada kami.

Saat ini kami tengah menanti kelahiran buah hati kami yang semoga mampu menjadi generasi penerus kami dalam berdakwah...

February 22, 2008

kenangan terindah (part 1)



Memang benar orang bilang "kebahagiaan seorang anak manusia adalah ketika ia bisa membagi suka dan duka dengan belahan jiwanya". Bukan dengan pacar tentunya tapi seorang istri atau suami. Aneh memang kenapa kebahagiaan ini datang begitu saja dan begitu cepat meski menunggu 11 bulan lamanya. Anyway, semua bukan tanpa perencanaan tapi justru ini semua sudah direncanakan oleh Alloh tentunya sebelum saya dan dia bertemu.

Sebuah kisah yang ingin kami bagi untuk anda semua dan semoga bisa menjadi kisah terindah bagi kami...

Kisah ini bermula...

Satu pagi di akhir Januari tahun 2007 ketika malam-malam sebelumnya ada gundah dalam diri ini, sebuah pesan singkat mampir di ponsel "Akh antum bisa kerumah sekarang? ada yang mau ana sampaikan" begitu kira-kira isi pesan itu. Ada perasaan tidak enak saat itu, kenapa murobbiku tiba-tiba sms seperti ini dan harus sekarang, dan tanpa pikir panjang kubalas pesan itu "Ane kerumah sekarang". Sampai rumah murobbi beliau langsung menanyakan siapkah ane dikenalkan dengan seorang akhwat??? deg...deg...deg... seakan jantung ini berdetak lebih kencang mendengar pertanyaan itu. Terjawab sudah penantian ini sejak bulan November tahun 2006 baru saat ini ada jawabnya. Kujawab seadanya dan beliau pun langsung menyodorkan amplop putih yang sudah bisa kutebak isinya berupa proposal nikah dan biodata seorang akhwat tentunya. "Antum baca dulu proposalnya dan tanyakan ke orang tua bagaimana, kalo sudah mantap hubungi ane untuk diteruskan atau tidak" masih dengan gugup kujawab "Iya akh nanti ane hubungi antum lagi kalo sudah punya jawaban" dan segera aku pamit untuk pulang.

Sampai di kos, kututup pintu dan jendela kamar agar tidak ada yang melihatku saat kubuka dan baca biodata ini. Kubuka amplop putih itu dan mulai kubaca kata per kata yang tertulis didalam lembaran-lembaran proposal dan biodata itu. Renny Celica nama akhwat itu, masih skripsi, dua bersaudara, anak sulung, dan tinggal di Karanganyar. Nama ini asing ditelingaku meski dia berasal dari FISIP tetangga dekat fakultasku tapi belum pernah kudengar nama itu apalagi kulihat wajahnya. Melihat harapannya dalam mencari ikhwan yang tepat untuk menjadi qowamnya kelak ada sedikit keoptimisan untuk meneruskan proses ini tapi dengan persetujuan Abah dan semua saudaraku dulu tentunya.

Akhir minggu ini aku pulang ke Semarang dengan membawa satu misi mencari restu. Sampai di Semarang, sebuah rapat keluarga digelar untuk dengar pendapat satu sama lain. "Abah, ini foto calon mantu" ucapku kala itu. "Udah kenal berapa lama dek? Temen sekampus? udah lulus belum?" tanya Abah menjawab perkataanku tadi. Dengan malu-malu kuterangkan bahwa akhwat yang difoto itu baru ku kenal dan dikenalkan oleh ustadz, masih skripsi, temen sekampus tapi beda fakultas. "Tenan wis wani nikah? opo ra kerjo sing tenan sik lik nembe nikah?" tanya Aa menimpali pertanyaan Abah. Gubrak... Gimana aku menjawab nih??? Dengan style cool kujawab sekenanya, "kenapa harus nunggu kerja mapan dulu, ya kalo kerjaanya cepet dateng klo ga? ga nikah-nikah donk..." kontan seisi ruang keluarga tersenyum. Kesimpulanya, mereka semua setuju dengan niatanku ini tapi mereka mengingatkanku untuk sabar kalau ternyata orangtua akhwat itu menolak karena aku belum memiliki kerja yang mapan. Benar juga sih, mertua mana yang mau punya mantu dengan gaji perbulan 500 ribu perak??? Any way perjuangan ini belum berakhir masih dipermulaan.

Sepulang dari Semarang kusampaikan pada Murobbi kalau keluargaku merestui untuk meneruskan proses ini. Meski ketika itu aku ditanya Abah "Sudah sering ngobrol berdua dengan Renny mas?" aku hanya bisa berbohong dengan menjawab "Sudah" padahal bertemu dengan akhwatnya saja aku belim pernah apalagi ngobrol???. Semoga ini kebohongan yang diridhoi dan restu Abah bukan karena aku sudah ngobrol atau belum tapi memang restu yang tulus untuk melanjutkan proses ini.

to be continued....

January 18, 2008

akhirnya bisa posting juga...

Alhamdulillah.... setelah absen 1 bulan lebih tuk cuti nikah he..he.. bisa nyempetin maen ke warnet buat posting alakadarnya. Syukron buat semuanya yang udah doain ane ma istri dan afwan klo ternyata banyak yang nunggu tulisan ane (sok baget he..he..). Oia tunggu aja tulisan dari kami yang smoga bisa menjadi inspirasi untuk yang belum nikah. Just wait aja ya... ni masih dalam proses pembuatan ama istri tercinta. sekian dulu postingan hari ini cos ni mo jemput pacar dulu kasihan klo nunggu kelamaan :D

December 09, 2007

ketika asa dan cita bersatu...

Maha suci Alloh SWT
yang telah menciptakan makhluknya berpasang-pasangan
Ya Alloh...Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini...
telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa dalam taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-Mu,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kokohkanlah cinta ini dan tunjukkanlah jalan-jalan-Mu.....

ADI FIRMAN RAMADHAN
Putra Bapak Rachmad Hamzah - Ibu Siti Fatimah (almh.)
Semarang

berazzam mengikat janji bersama

RENNY CELICA
Putri Bapak Didik Sumardi - Ibu Suparni
Karanganyar

Untuk mengikuti sunnah Rosul-Mu dalam membentuk Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah.....

Yang Insya Alloh akan dilaksanakan:

Jumat, 21 Desember 2007
Pukul 13.00 WIB
Bertempat di Masjid Al-Muhaimin
Jati, Jaten, Karanganyar


Dengan kerendahan hati, kami memohon doa dari pembaca sekalian
Semoga Alloh melimpahkan keberkahan dalam mahligai kami
Menurunkan Sakinah, Mawadah,dan Rahmat dalam bahtera kami
amin...

Bila Kau Menjadi Istriku Nanti...

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabarmu calon istriku?
Semoga Alloh senantiasa menjagamu
dalam naungan iman dan Islam

11 Bulan yang lalu...
Kita dipertemukan dalam ta'aruf

8 bulan yang lalu...
Orangtuaku datang melamarmu
dan melinggkarlah cincin dijarimu
pertanda aku telah melamarmu

5 Bulan yang lalu...
Aku menemui orangtuamu
Untuk mempercepat akad nikah kita

Kini...
Saatnya kita menghitung hari
Mempersiapkan diri dan ruhiyah kita
Menyambut saat-saat suci itu
Dimana aku mengikat mitsqon gholidzo atasmu

Wahai calon istriku ketahuliah...
aku tidak sebaik yang kau fikirkan
Untuk itu ajak aku dalam kebaikan
Aku tidak sesoleh yang kau fikirkan
Untuk itu bimbing aku tuk menjadi soleh
Aku tidak sekaya yang kau fikirkan
Untuk itu iringi aku dalam mencari rezeki
Aku tidak sekuat yang kau fikirkan
Untuk itu dukunglah aku
Aku tidak sepintar yang kau fikirkan
Untuk itu ajari aku ilmu

Semoga Alloh meluruskan niat kita
meringankan langkah kita dan melimpahkan keberkahan
dalam bahtera yang akan kita nahkodai kelak, amin

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Calon suamimu dalam asa dan cita...